Cyber RoadmapINDONESIA

Fondasi · Fase 1

Domain Name dan Cara DNS Bekerja: Penerjemah Nama ke IP

Kenapa kita cukup mengetik nama situs, bukan deretan angka IP. Penjelasan anatomi nama domain, kategori domain .id, cara DNS mencari IP address, jenis DNS record, serta trik domain tiruan dan manipulasi DNS yang dipakai penipu.

Coba ingat nomor HP teman dekatmu. Tidak hafal? Wajar, karena kita menyimpannya di daftar kontak dengan nama, lalu tinggal mencari "Rina" atau "Budi". Internet bekerja dengan cara yang sama. Di artikel sebelumnya kamu sudah belajar bahwa setiap perangkat punya IP address. Tetapi tidak ada yang mau mengetik 203.0.113.25 setiap kali ingin membuka situs.

Karena itu ada nama domain, seperti doddyferdiansyah.web.id, dan sistem yang menerjemahkannya menjadi IP address, yaitu DNS. Artikel ini membahas keduanya, sekaligus trik penipuan yang memanfaatkan nama domain.

Apa itu nama domain?

Nama domain adalah alamat situs yang mudah diingat manusia. Di balik layar, setiap nama domain menunjuk ke satu atau beberapa IP address server. Nama domain tidak bisa dipakai siapa saja: pemiliknya harus mendaftarkan dan membayarnya secara berkala, misalnya setiap tahun.

Anatomi nama domain www.doddyferdiansyah.web.id: subdomain www, nama domain doddyferdiansyah, kategori web, dan TLD id
Anatomi nama domain www.doddyferdiansyah.web.id: subdomain www, nama domain doddyferdiansyah, kategori web, dan TLD id

Nama domain dibaca dari kanan ke kiri, dari yang paling umum ke yang paling spesifik:

  • TLD (top-level domain) adalah akhiran paling kanan, misalnya .id, .com, atau .org. TLD .id adalah kode negara Indonesia dan dikelola oleh PANDI.
  • Kategori (khusus untuk beberapa TLD negara) seperti .co, .ac, atau .web pada .co.id, .ac.id, dan .web.id.
  • Nama domain adalah nama yang didaftarkan pemiliknya. Inilah identitas situs yang sebenarnya.
  • Subdomain seperti www, mail, atau login bisa dibuat bebas oleh pemilik domain.
Kategori domain .id yang sering kamu temui
DomainUntuk siapaCatatan
.go.idInstansi pemerintahPendaftarannya diverifikasi ketat
.ac.idPerguruan tinggiWajib melampirkan dokumen resmi institusi
.sch.idSekolahWajib melampirkan dokumen resmi sekolah
.co.idBadan usahaWajib melampirkan dokumen legalitas usaha
.or.idOrganisasiUntuk organisasi dan komunitas
.id, .web.id, .my.idUmum dan peroranganBisa didaftarkan siapa saja dengan identitas pribadi

Karena pendaftarannya diverifikasi, domain seperti .go.id dan .ac.id lebih sulit dipalsukan. Namun penipu tetap bisa membuat nama yang terlihat mirip, jadi tetap periksa ejaannya dengan teliti.

Apa itu DNS?

DNS (Domain Name System) adalah sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi IP address. Bayangkan DNS sebagai daftar kontak raksasa milik seluruh internet: kamu menyebut nama, DNS memberikan nomornya.

Alur DNS: perangkat bertanya ke DNS resolver, resolver bertanya ke root server, server TLD .id, dan nameserver domain, lalu IP dikirim kembali
Alur DNS: perangkat bertanya ke DNS resolver, resolver bertanya ke root server, server TLD .id, dan nameserver domain, lalu IP dikirim kembali

Saat kamu mengetik sebuah alamat situs, inilah yang terjadi:

  1. Perangkatmu memeriksa catatannya sendiri (cache). Kalau situs itu baru saja dibuka, IP-nya mungkin masih tersimpan, sehingga langkah berikutnya bisa dilewati.
  2. Kalau belum ada, perangkat bertanya ke DNS resolver. Biasanya resolver ini milik penyedia internetmu, atau layanan publik seperti Google (8.8.8.8) dan Cloudflare (1.1.1.1).
  3. Resolver bertanya berjenjang: ke root server, lalu ke server TLD (misalnya server .id), lalu ke nameserver milik domain tersebut. Nameserver inilah yang memegang jawaban resminya.
  4. IP dikirim kembali ke perangkatmu, lalu disimpan sementara agar kunjungan berikutnya lebih cepat. Lama penyimpanan ini diatur oleh nilai yang disebut TTL (time to live).
  5. Browser menghubungi server di IP tersebut dan memuat halaman situs.

Selain menyimpan alamat IP situs, DNS juga menyimpan beberapa jenis catatan lain yang disebut DNS record:

Jenis DNS record yang paling umum
RecordFungsi
AMenunjukkan IPv4 dari sebuah domain
AAAAMenunjukkan IPv6 dari sebuah domain
CNAMEMenjadikan satu nama sebagai "alias" dari nama lain
MXMenunjukkan server yang menerima email untuk domain tersebut
TXTCatatan teks, sering dipakai untuk verifikasi kepemilikan domain dan pengaturan anti-pemalsuan email
NSMenunjukkan nameserver yang bertanggung jawab atas domain tersebut

DNS dan keamanan: di mana bisa disalahgunakan

Karena DNS menentukan ke mana browsermu pergi, siapa pun yang bisa memanipulasi jawabannya bisa mengarahkanmu ke situs palsu. Ada juga trik yang lebih sederhana: mendaftarkan nama domain yang mirip dengan situs asli.

Contoh domain asli tokoku.id dibandingkan domain tiruan seperti tokokuu.id, tok0ku.id, tokoku-promo.com, dan tokoku.id.hadiah-gratis.xyz
Contoh domain asli tokoku.id dibandingkan domain tiruan seperti tokokuu.id, tok0ku.id, tokoku-promo.com, dan tokoku.id.hadiah-gratis.xyz
Ancaman yang berkaitan dengan domain dan DNS
AncamanCara kerjanyaCara melindungi diri
Domain tiruan (typosquatting)Penipu mendaftarkan nama yang mirip, misalnya beda satu huruf atau huruf diganti angkaKetik alamat sendiri atau pakai bookmark, jangan klik link dari pesan yang mencurigakan
Router dibajakPengaturan DNS di router diubah sehingga semua perangkat di rumah diarahkan ke resolver milik penyerangGanti password admin router bawaan dan perbarui firmware-nya
DNS spoofingJawaban DNS dipalsukan sehingga nama yang benar diarahkan ke IP server palsuPerhatikan peringatan sertifikat HTTPS dan jangan dilanjutkan
Domain kedaluwarsaDomain lama yang tidak diperpanjang dibeli orang lain, lalu dipakai untuk menipu pengunjung atau pelanggan lamanyaBagi pemilik situs: aktifkan perpanjangan otomatis

Di sisi lain, DNS juga dipakai sebagai alat pertahanan. Banyak organisasi memakai filter DNS untuk memblokir akses ke domain berbahaya, dan teknologi seperti DNS over HTTPS mengenkripsi permintaan DNS agar tidak mudah diintip atau diubah di perjalanan.

Kenapa ini penting untuk keamanan siber

Dalam pekerjaan keamanan, DNS adalah salah satu sumber informasi terpenting. Analis SOC memantau log DNS untuk mendeteksi perangkat yang menghubungi domain berbahaya. Tim threat intelligence melacak domain tiruan yang baru didaftarkan dengan nama mirip organisasi mereka. Pentester dan auditor memeriksa DNS record untuk menemukan subdomain yang terlupakan atau pengaturan email yang mudah dipalsukan. Dan di hampir setiap kasus phishing, langkah pertama investigasinya adalah: domain apa yang dipakai, dan siapa pemiliknya?

Ringkasan

  • Nama domain adalah alamat situs yang mudah diingat, dibaca dari kanan ke kiri: TLD, kategori, nama domain, lalu subdomain.
  • DNS menerjemahkan nama domain menjadi IP address dengan bertanya berjenjang: resolver, root server, server TLD, lalu nameserver domain.
  • Jawaban DNS disimpan sementara (cache) agar kunjungan berikutnya lebih cepat.
  • Penipu memanfaatkan domain tiruan dan manipulasi DNS untuk mengarahkan korban ke situs palsu.
  • Ganti password admin router, ketik alamat penting sendiri, dan jangan abaikan peringatan sertifikat HTTPS.

Tonton dan baca juga

Materi berikutnya membahas router, Wi-Fi, dan bagaimana data bergerak di internet. Buka di roadmap untuk melanjutkan.

Bermanfaat? Dukung konten berikutnya

Semua materi di sini gratis. Dukunganmu dipakai untuk membeli alat lab untuk praktik, eksplorasi, dan riset konten keamanan siber berikutnya.

Traktir di Trakteer ↗
Sampul course Cyber Security Fundamental

Pelajari lebih dalam

Cyber Security Fundamental di WPU Course

Lihat course ↗

Materi terkait di roadmap

Artikel lainnya

Artikel ini bersifat edukatif. Praktikkan teknik ofensif hanya di lingkungan yang kamu miliki izinnya. Baca Disclaimer.