Cyber RoadmapINDONESIA

Fondasi · Fase 0

Threat Actor dan Motivasinya: Siapa di Balik Serangan Siber?

Kenali lima jenis pelaku serangan siber, dari penjahat bermotif uang, hacktivist, kelompok yang didukung negara, orang dalam, sampai amatir. Pahami motivasi dan kemampuannya, kenapa orang biasa pun bisa jadi korban, serta cara sederhana menyusun pertahanan.

"Ngapain juga ada yang mau meretas saya? Saya kan bukan pejabat, bukan artis, bukan perusahaan besar." Kalimat ini sering sekali terdengar, dan justru inilah anggapan yang paling disukai penyerang.

Di artikel CIA Triad, kamu sudah belajar apa yang dilindungi dalam keamanan informasi. Sekarang saatnya mengenal sisi lainnya: siapa yang menyerang, dan kenapa. Dalam dunia keamanan siber, pelaku serangan disebut threat actor. Memahami mereka membantumu menebak serangan seperti apa yang mungkin datang, dan bagaimana bersiap menghadapinya.

Apa itu threat actor?

Threat actor adalah individu atau kelompok yang berpotensi, atau berniat, menimbulkan kerugian pada sistem dan data. Istilah ini sengaja dibuat luas. Pelakunya bisa peretas profesional di negara lain, bisa remaja yang iseng mencoba tools dari internet, bahkan bisa karyawan sendiri yang tidak sengaja salah kirim data.

Ada tiga istilah yang sering muncul bersamaan dan perlu dibedakan:

  • Ancaman (threat): sesuatu yang bisa menimbulkan kerugian, misalnya phishing atau ransomware.
  • Kerentanan (vulnerability): celah yang bisa dimanfaatkan, misalnya password lemah atau aplikasi yang belum diperbarui.
  • Risiko (risk): kemungkinan ancaman memanfaatkan kerentanan, dikalikan seberapa besar dampaknya.

Threat actor adalah pihak yang "menjalankan" ancaman itu.

Lima jenis threat actor

Lima jenis threat actor: penjahat siber bermotif finansial, hacktivist bermotif ideologi, nation-state untuk spionase, orang dalam, dan amatir
Lima jenis threat actor: penjahat siber bermotif finansial, hacktivist bermotif ideologi, nation-state untuk spionase, orang dalam, dan amatir
Jenis threat actor, motivasi, dan contoh aksinya
JenisMotivasi utamaContoh aksiSiapa yang biasanya disasar
Penjahat siber (cybercriminal)UangRansomware, phishing, penipuan transfer, pencurian dan penjualan dataSiapa saja yang bisa menghasilkan uang: individu, UMKM, perusahaan
HacktivistIdeologi, politik, atau protes sosialMengubah tampilan situs (defacement), DDoS, membocorkan data untuk mempermalukan targetInstansi, perusahaan, atau tokoh yang terkait isu tertentu
Nation-state (didukung negara)Spionase, kepentingan politik dan militerMenyusup diam-diam dan bertahan lama untuk mencuri informasi strategisPemerintah, militer, infrastruktur penting, industri strategis
Orang dalam (insider)Balas dendam, uang, atau tidak sengajaMembawa data saat resign, menyalahgunakan akses, salah kirim dokumenOrganisasi tempat ia bekerja
Amatir (script kiddie)Pamer, rasa penasaran, isengMenjalankan tools serangan siap pakai tanpa memahami cara kerjanyaTarget acak yang kebetulan rentan

Kelompok yang didukung negara sering disebut APT (Advanced Persistent Threat). Advanced karena kemampuannya tinggi, persistent karena mereka bisa bersembunyi di dalam jaringan target berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tanpa ketahuan.

Kemampuannya tidak sama

Kelima jenis pelaku itu punya kemampuan dan sumber daya yang sangat berbeda.

Spektrum kemampuan threat actor dari rendah ke sangat tinggi: amatir, hacktivist, orang dalam, penjahat siber terorganisir, dan nation-state
Spektrum kemampuan threat actor dari rendah ke sangat tinggi: amatir, hacktivist, orang dalam, penjahat siber terorganisir, dan nation-state

Perhatikan posisi orang dalam. Kemampuan teknisnya mungkin biasa saja, tetapi ia sangat berbahaya karena tidak perlu membobol apa pun. Ia sudah punya akses yang sah. Itu sebabnya banyak insiden kebocoran data justru bermula dari dalam organisasi, baik karena niat jahat maupun karena kelalaian.

Perhatikan juga penjahat siber terorganisir. Kejahatan siber kini berjalan seperti industri. Ada kelompok yang khusus membuat ransomware lalu "menyewakannya" ke pelaku lain (Ransomware-as-a-Service), ada yang khusus menjual akses masuk ke jaringan perusahaan, dan ada yang khusus memperjualbelikan data curian. Pelaku dengan kemampuan rendah pun kini bisa melancarkan serangan berbahaya, karena tinggal "membeli" alatnya.

"Saya bukan siapa-siapa, kok diserang?"

Kembali ke pertanyaan di awal artikel. Jawabannya: kebanyakan korban tidak dipilih karena siapa mereka, tetapi karena ada celah yang terbuka.

Perbandingan serangan oportunistis yang menebar jaring ke banyak korban dan serangan terarah yang memilih korban tertentu
Perbandingan serangan oportunistis yang menebar jaring ke banyak korban dan serangan terarah yang memilih korban tertentu

Sebagian besar serangan bersifat oportunistis. Pelaku menebar jaring selebar mungkin: mengirim ribuan email phishing, memindai internet secara otomatis untuk mencari router atau situs yang belum diperbarui, atau mencoba password bocor di banyak situs sekaligus. Siapa pun yang "tersangkut" menjadi korban. Akun media sosialmu bisa dibajak untuk menipu teman-temanmu, HP-mu bisa dipakai untuk menyebarkan spam, dan rekeningmu bisa dikuras lewat penipuan.

Ada juga serangan terarah, yaitu ketika korban dipilih dan dipelajari lebih dulu, misalnya lewat informasi yang mereka bagikan di media sosial. Serangan seperti ini biasanya menyasar orang yang punya akses penting, seperti staf keuangan, admin sistem, atau pimpinan organisasi.

Menerapkannya: berpikir seperti pembela

Memahami threat actor membantumu menyusun pertahanan yang tepat. Para profesional menyebutnya threat modeling, tetapi intinya bisa dimulai dengan empat pertanyaan sederhana. Contohnya untuk sebuah toko online kecil:

Contoh threat modeling sederhana untuk toko online kecil
PertanyaanJawaban untuk toko online kecil
Apa yang ingin dilindungi?Akun marketplace, data pelanggan, rekening usaha
Siapa yang paling mungkin menyerang?Penjahat siber dengan motif uang, serta karyawan atau admin toko yang punya akses
Bagaimana caranya?Phishing berkedok "verifikasi akun penjual", penipuan transfer, penyalahgunaan akses admin
Apa yang bisa dilakukan?Verifikasi dua langkah, akun terpisah untuk tiap admin, cabut akses karyawan yang keluar, konfirmasi transfer lewat telepon

Kenapa ini penting untuk keamanan siber

Ada satu peran khusus di bidang ini yang pekerjaannya mempelajari pelaku serangan: Threat Intelligence Analyst. Mereka memetakan siapa saja kelompok yang aktif, motivasinya, dan cara-cara yang biasa mereka pakai, yang dikenal sebagai TTP (tactics, techniques, and procedures). Banyak organisasi memakai kerangka seperti MITRE ATT&CK, yaitu katalog terbuka berisi teknik-teknik serangan yang pernah dipakai pelaku di dunia nyata. Analis SOC memakai informasi ini untuk mendeteksi serangan lebih cepat, dan tim GRC memakainya untuk menilai risiko organisasi secara lebih realistis.

Ringkasan

  • Threat actor adalah individu atau kelompok yang berpotensi menimbulkan kerugian pada sistem dan data.
  • Lima jenis utamanya: penjahat siber (uang), hacktivist (ideologi), nation-state (spionase), orang dalam (beragam, termasuk tidak sengaja), dan amatir (pamer atau iseng).
  • Kemampuan mereka sangat beragam. Orang dalam berbahaya karena sudah punya akses, dan kejahatan siber kini berjalan seperti industri.
  • Sebagian besar serangan bersifat oportunistis, sehingga siapa pun bisa menjadi korban, bukan hanya orang penting.
  • Dengan mengenali siapa yang mungkin menyerang dan bagaimana caranya, kamu bisa memilih perlindungan yang paling tepat.

Tonton dan baca juga

Materi berikutnya membahas etika digital dan konsekuensi hukum tindakan siber: kenapa niat baik saja tidak cukup, dan di mana batas antara belajar dan melanggar hukum. Buka di roadmap untuk melanjutkan.

Bermanfaat? Dukung konten berikutnya

Semua materi di sini gratis. Dukunganmu dipakai untuk membeli alat lab untuk praktik, eksplorasi, dan riset konten keamanan siber berikutnya.

Traktir di Trakteer ↗
Sampul course Cyber Security Fundamental

Pelajari lebih dalam

Cyber Security Fundamental di WPU Course

Lihat course ↗

Materi terkait di roadmap

Artikel lainnya

Artikel ini bersifat edukatif. Praktikkan teknik ofensif hanya di lingkungan yang kamu miliki izinnya. Baca Disclaimer.