Senyum, Wangi, Sopan, Lalu Menekan: Saat Marketing Bermain di Wilayah Social Engineering

Senyum, pakaian rapi, parfum wangi, tutur kata sopan, lalu tekanan halus untuk segera setuju. Banyak teknik marketing ternyata sangat dekat dengan social engineering. Bedanya bukan pada alatnya, tapi pada etikanya.

Continue ReadingSenyum, Wangi, Sopan, Lalu Menekan: Saat Marketing Bermain di Wilayah Social Engineering

Orang Tahu Judi Online Itu Busuk, Tapi Tetap Main: Yang Menarik Bukan Judinya, Tapi Ilusi yang Dijualnya

Judi online bukan sekadar soal menang atau kalah. Ia menjual sesuatu yang lebih berbahaya: ilusi. Ilusi mudah menang, mudah balik modal, mudah kaya, dan mudah mengendalikan risiko. Di situlah banyak orang masuk, meski tahu itu busuk.

Continue ReadingOrang Tahu Judi Online Itu Busuk, Tapi Tetap Main: Yang Menarik Bukan Judinya, Tapi Ilusi yang Dijualnya

Pelaku Social Engineering Tidak Main Satu Emosi: Mereka Meracik Reaksi Korban Sampai Lumpuh

Pelaku social engineering tidak selalu menyerang dengan rasa takut saja. Mereka meracik beberapa emosi sekaligus agar korban kehilangan kemampuan berpikir jernih dan mengambil keputusan yang merugikan dirinya sendiri.

Continue ReadingPelaku Social Engineering Tidak Main Satu Emosi: Mereka Meracik Reaksi Korban Sampai Lumpuh