Cyber RoadmapINDONESIA

Fondasi · Fase 1

IP Addressing dan Subnetting CIDR: Panduan dari Nol sampai Mahir

Belajar subnetting tanpa pusing. Pahami subnet mask dan notasi CIDR, cara cepat menghitung network, broadcast, dan jumlah host dengan metode ukuran blok, latihan bertahap beserta jawabannya, VLSM, serta pemakaian CIDR di aturan firewall dan keamanan jaringan.

Di Fase 0 kamu sudah berkenalan dengan IP address: alamat unik setiap perangkat, beda IPv4 dan IPv6, serta beda IP publik dan privat. Kalau belum membacanya atau ingin mengulang, buka dulu artikel IP Address: Apa Itu dan Kenapa Setiap Perangkat Punya. Artikel ini melanjutkan dari sana.

Sekarang kita belajar keterampilan yang sering membuat pemula mundur, padahal sebenarnya hanya butuh latihan: subnetting, yaitu membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil, dan CIDR, cara menuliskannya dengan garis miring seperti 192.168.10.0/24.

Kenapa orang keamanan siber harus bisa? Karena aturan firewall, hasil pemindaian, log, dan desain jaringan yang aman semuanya ditulis dalam notasi CIDR. Kalau kamu salah membaca /16 sebagai /24, aturan keamananmu bisa terbuka untuk 65 ribu alamat, bukan 256.

Kenapa jaringan perlu dibagi?

Bayangkan sebuah kantor dengan 200 perangkat: komputer staf, server, printer, CCTV, dan Wi-Fi tamu, semuanya di satu jaringan. Kalau satu laptop tamu terinfeksi malware, ia bisa langsung "melihat" dan menyerang server keuangan karena berada di jaringan yang sama.

Dengan subnetting, kantor itu bisa dipecah menjadi beberapa jaringan: satu untuk staf, satu untuk server, satu untuk tamu, satu untuk CCTV. Lalu di antara jaringan-jaringan itu dipasang aturan, misalnya "tamu hanya boleh ke internet, tidak boleh ke server". Ini disebut segmentasi jaringan, salah satu pertahanan paling penting di dunia nyata. Kamu sudah mengenal ide dasarnya di artikel Apa Itu Firewall?.

Bekal awal: IPv4 dalam bilangan biner

Sebuah alamat IPv4 terdiri dari 32 bit, ditulis sebagai empat angka desimal (oktet) dari 0 sampai 255. Setiap oktet adalah 8 bit. Untuk subnetting, kamu cukup hafal nilai setiap posisi bit dalam satu oktet:

Nilai setiap bit dalam satu oktet
Posisi bit12345678
Nilai1286432168421
Jumlah bit 1 dari kiri128192224240248252254255

Baris terakhir adalah kunci subnetting. Angka 192, 224, 240, dan seterusnya akan sering muncul di subnet mask. Contoh: angka 70 dalam biner adalah 01000110, yaitu 64 + 4 + 2.

Subnet mask dan notasi CIDR

Setiap alamat IP dibagi menjadi dua bagian: bagian network (alamat jaringannya) dan bagian host (nomor perangkat di dalam jaringan itu). Analoginya seperti alamat rumah: nama jalan adalah bagian network, nomor rumah adalah bagian host.

Di mana batasnya? Itulah tugas subnet mask. Bit bernilai 1 di subnet mask menandai bagian network, bit bernilai 0 menandai bagian host. Notasi CIDR menyederhanakannya: angka setelah garis miring adalah jumlah bit network.

Alamat 192.168.10.70/26 dalam bilangan biner, dengan 26 bit network berwarna biru dan 6 bit host berwarna oranye, beserta subnet mask 255.255.255.192
Alamat 192.168.10.70/26 dalam bilangan biner, dengan 26 bit network berwarna biru dan 6 bit host berwarna oranye, beserta subnet mask 255.255.255.192

Jadi /24 sama dengan subnet mask 255.255.255.0 (24 bit pertama bernilai 1), dan /26 sama dengan 255.255.255.192. Keduanya menyatakan hal yang sama, hanya cara menulisnya yang berbeda.

Empat hal yang selalu dihitung

Setiap kali menemukan alamat dengan CIDR, ada empat pertanyaan yang perlu kamu jawab:

  1. Berapa jumlah alamatnya? 2 pangkat jumlah bit host. Untuk /26, bit host = 32 − 26 = 6, jadi 26 = 64 alamat.
  2. Berapa host yang bisa dipakai? Jumlah alamat dikurangi 2, karena alamat pertama dan terakhir punya tugas khusus. Untuk /26: 64 − 2 = 62 host.
  3. Apa alamat network-nya? Alamat pertama dalam blok, dipakai sebagai nama jaringan dan tidak boleh diberikan ke perangkat.
  4. Apa alamat broadcast-nya? Alamat terakhir dalam blok, dipakai untuk mengirim pesan ke semua perangkat di jaringan itu.

Cara cepat: metode ukuran blok

Kamu tidak perlu mengubah semuanya ke biner setiap kali. Ada cara cepat yang dipakai hampir semua teknisi jaringan:

  1. Cari oktet tempat batas network dan host berada. Untuk /25 sampai /32 ada di oktet keempat, /17 sampai /24 di oktet ketiga.
  2. Hitung ukuran blok: 256 dikurangi nilai subnet mask di oktet itu. Untuk /26, mask-nya 192, jadi ukuran bloknya 256 − 192 = 64.
  3. Tulis kelipatan ukuran blok: 0, 64, 128, 192. Itulah awal setiap subnet.
  4. Cari di blok mana alamatmu berada. Alamat network adalah awal blok, broadcast adalah satu angka sebelum blok berikutnya.
Jaringan 192.168.10.0/24 dibagi menjadi empat subnet /26, masing-masing dengan alamat network, rentang host, dan broadcast
Jaringan 192.168.10.0/24 dibagi menjadi empat subnet /26, masing-masing dengan alamat network, rentang host, dan broadcast

Coba terapkan ke 192.168.10.70/26. Ukuran blok 64, kelipatannya 0, 64, 128, 192. Angka 70 berada di antara 64 dan 128, jadi alamat network-nya 192.168.10.64, broadcast-nya 192.168.10.127, dan host yang bisa dipakai dari .65 sampai .126.

Contekan CIDR

Kamu tidak perlu menghafal semuanya sekarang. Simpan contekan ini, dan lama-lama angkanya akan hafal sendiri karena sering dipakai.

Tabel contekan CIDR dari /8 sampai /32 beserta subnet mask, total alamat, jumlah host, dan contoh pemakaian
Tabel contekan CIDR dari /8 sampai /32 beserta subnet mask, total alamat, jumlah host, dan contoh pemakaian

Latihan bertahap

Kerjakan dulu sendiri dengan metode ukuran blok, baru cocokkan dengan jawabannya.

Latihan subnetting beserta jawabannya
SoalUkuran blokNetworkHost yang bisa dipakaiBroadcastJumlah host
1 · 172.16.5.130/2732 (oktet ke-4)172.16.5.128.129 – .158172.16.5.15930
2 · 10.20.30.200/2816 (oktet ke-4)10.20.30.192.193 – .20610.20.30.20714
3 · 192.168.1.100/232 (oktet ke-3)192.168.0.0192.168.0.1 – 192.168.1.254192.168.1.255510

Soal ketiga sedikit menjebak. Untuk /23, batasnya ada di oktet ketiga dengan mask 254, sehingga ukuran bloknya 2: kelipatannya 0, 2, 4, dan seterusnya. Angka 1 di oktet ketiga berada di blok 0–1, jadi jaringannya mencakup 192.168.0.0 sampai 192.168.1.255.

Tingkat lanjut: VLSM

Pada contoh empat subnet /26 tadi, semua subnet berukuran sama. Di dunia nyata, kebutuhan setiap bagian berbeda. Teknik membagi jaringan dengan ukuran berbeda-beda disebut VLSM (Variable Length Subnet Mask). Caranya, urutkan kebutuhan dari yang terbesar, lalu beri blok terkecil yang masih cukup.

Contoh pembagian 192.168.50.0/24 dengan VLSM
KebutuhanJumlah perangkatSubnetHost yang bisa dipakaiSisa ruang
Staf100192.168.50.0/25.1 – .12626 host
Server50192.168.50.128/26.129 – .19012 host
Wi-Fi tamu20192.168.50.192/27.193 – .22210 host
Penghubung router2192.168.50.224/30.225 – .2260 host

Masih tersisa 192.168.50.228 sampai .255 untuk kebutuhan di masa depan, misalnya jaringan CCTV.

Sekilas tentang IPv6

CIDR juga dipakai di IPv6, hanya saja alamatnya 128 bit. Ukuran yang paling umum adalah /64 untuk satu jaringan lokal, yang berisi 264 alamat, jauh lebih banyak dari seluruh alamat IPv4. Karena itu, di IPv6 orang tidak lagi berhemat alamat seperti di IPv4. Contoh penulisannya: 2001:db8:10::/64.

CIDR dalam pekerjaan keamanan

Notasi CIDR muncul di hampir semua alat keamanan. Salah membacanya bisa berakibat fatal.

Contoh pemakaian CIDR di dunia keamanan
SituasiContohArtinya
Aturan firewall yang ketatIzinkan SSH dari 198.51.100.25/32Hanya satu alamat IP yang boleh masuk
Aturan firewall yang terlalu longgarIzinkan SSH dari 0.0.0.0/0Seluruh internet boleh mencoba masuk
Memindai jaringan sendirinmap -sn 192.168.10.0/24Mencari perangkat aktif di 254 alamat
Memblokir sumber seranganBlokir 203.0.113.0/24Memblokir 256 alamat sekaligus
Membaca laporan kebocoranServer di 10.0.0.0/8 tereksposAlamat privat, seharusnya tidak bisa diakses dari internet

Ringkasan

  • Subnetting membagi jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil, dan menjadi dasar segmentasi jaringan untuk keamanan.
  • Angka CIDR adalah jumlah bit network. Sisanya bit host, dan jumlah alamatnya 2 pangkat jumlah bit host.
  • Host yang bisa dipakai = jumlah alamat − 2, karena alamat pertama untuk network dan terakhir untuk broadcast.
  • Metode cepat: ukuran blok = 256 − nilai mask di oktet batas, lalu cari blok tempat alamat berada.
  • VLSM membagi jaringan dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan.
  • Di aturan firewall, /32 berarti satu alamat, sedangkan 0.0.0.0/0 berarti seluruh internet.

Tonton dan baca juga

Materi berikutnya membahas empat layanan yang bekerja diam-diam di setiap jaringan: DNS, DHCP, ARP, dan NAT, serta cara kerjanya di jaringan nyata. Buka di roadmap untuk melanjutkan.

Bermanfaat? Dukung konten berikutnya

Semua materi di sini gratis. Dukunganmu dipakai untuk membeli alat lab untuk praktik, eksplorasi, dan riset konten keamanan siber berikutnya.

Traktir di Trakteer ↗
Sampul course Cyber Security Fundamental

Pelajari lebih dalam

Cyber Security Fundamental di WPU Course

Lihat course ↗

Materi terkait di roadmap

Artikel lainnya

Artikel ini bersifat edukatif. Praktikkan teknik ofensif hanya di lingkungan yang kamu miliki izinnya. Baca Disclaimer.